This is SENYUM VO SEA GAMES slide 1 title

Expresi kebersamaan kita, dalam mensukseskan SEASGAMES 2011

This is Gus Dur, slide 2 title

Abdurrahman Wahid, akrab dipanggil Gus Dur (lahir di Jombang, Jawa Timur, 7 September 1940 – meninggal di Jakarta, 30 Desember 2009 pada umur 69 tahun) adalah tokoh Muslim Indonesia dan pemimpin politik yang menjadi Presiden Indonesia yang keempat dari tahun 1999 hingga 2001...

This is "SEMANGAT" slide 3 title

Setiap orang harus merdeka dalam mentukan jalan hidupnya, jangan kalian nodai dengan kepentingan-kepentingan kalian, sehingga mereka merasa adalah BUDAK..

This is Semangat. slide 4 title

Dalam membagun negeri, harus ada rasa kebersamaan...

This is Benderaku slide 5 title

Indonesia harus harum, dan itu pasti BISA..

Tampilkan postingan dengan label Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Indonesia. Tampilkan semua postingan

14/11/11

Sang Penari:Romantisme dan Sejarah

Kisah ronggeng -dipanggil Jeng Nganten-  membuat desa Dukuh Paruk selalu ramai. Namun Jeng Nganten  mati gara-gara racun bongkrek, maka dukuh Paruk pun sepi. Tak ada lagi tarian rongggeng dan suara tetabuhan calung atau gamelan di dukuh itu.

Srintil Teman dekat Rasus ingin sekali menjadi ronggeng di dukuhnya, yang sejak dini telah diyakini sebagai titisan Ronggeng. Berulang kali dia berusaha menjadi Sang Penari. Rasuspun tak sudi Srintil menjadi ronggeng, karna mau tak mau ia menjadi bagian Dukuh Paruk. Srintil kekeh pada cita-citanya,  Hal ini menempatkan Rasus pada sebuah dilema. Ia merasa cintanya dirampas dan dalam keputusasaan ia meninggalkan dukuhnya untuk menjadi tentara.

Setelah 10 tahun Rasus, telah menjadi tentara muda, mencoba menyusuri kampung halamannya, untuk mencari cintanya yang hilang: Srintil. Film ini terinspirasi dari novel 'Ronggeng Dukuh Paruk' karya Ahmad Tohari. Menuangkan trilogi 'Ronggeng Dukuh Paruk' ke dalam sebuah film berdurasi 111 menit itu, tak segampang membalik telapak tangan. Naskah film ini dikerjakan oleh Salman Aristo, Shanty Harmayn dan Ifa Isfansyah yang sekaligus  menjadi sutradara 'Sang Penari'.

Dalam film ini tidak hanya mengisahkan romantisme belaka,  tapi peristiwa G30S di Dukuh Paruk ikut menjadi salah satu cuplikan yang menarik . Digambarkan, bahwa beberapa warga yang tak tahu apa-apa ikut menjadi korban kala itu, yangng hingga kini dinilai sebagai salah satu sisi kelam kehidupan berkebangsaan di Indonesia.