This is SENYUM VO SEA GAMES slide 1 title

Expresi kebersamaan kita, dalam mensukseskan SEASGAMES 2011

This is Gus Dur, slide 2 title

Abdurrahman Wahid, akrab dipanggil Gus Dur (lahir di Jombang, Jawa Timur, 7 September 1940 – meninggal di Jakarta, 30 Desember 2009 pada umur 69 tahun) adalah tokoh Muslim Indonesia dan pemimpin politik yang menjadi Presiden Indonesia yang keempat dari tahun 1999 hingga 2001...

This is "SEMANGAT" slide 3 title

Setiap orang harus merdeka dalam mentukan jalan hidupnya, jangan kalian nodai dengan kepentingan-kepentingan kalian, sehingga mereka merasa adalah BUDAK..

This is Semangat. slide 4 title

Dalam membagun negeri, harus ada rasa kebersamaan...

This is Benderaku slide 5 title

Indonesia harus harum, dan itu pasti BISA..

Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan

06/12/11

Pemilihan Umum Presiden 2014: Sebuah Analisa Politik



Pemilihan umum Presiden (pilpres) 2014 akan berlangsung dua setengah tahun lagi, namun saat ini, lalu lintas wacana di ruang publik sudah ramai membicarakan tokoh-tokoh bakal calon Presiden untuk 2014, apalagi dengan adanya perubahan dalam UU Parpol yang mengharuskan parpol baru mengikuti verifikasi tahun ini juga, hal ini tentu tentu semakin memperjelas publik, tokoh mana yang tengah mempersiapkan diri untuk berkompetisi pada Pilpres 2014.
Wacana tersebut bahkan mulai sedikit memanas seiring dengan kian turunnya popularitas Presiden SBY yang pada Pilpres 2009 meraih lebih dari 60% dukungan publik. Fenomena tersebut, selanjutnya, telah membuat hampir tidak ada media massa yang tidak tertarik dengan pemberitaan soal suksesi kepemimpinan nasional. Bukan hanya itu, pembatasan masa jabatan presiden yang hanya membolehkan SBY berkuasa selama dua periode, juga telah menjadi titik awal bagi parpol untuk mempersiapakan calon  yang akan diusung ke gelanggang laga Pilpres 2014. Pembentukan opini publik, kunjungan ke daerah-daerah pemilih potensial pun mewarnai kegiatan bakal capres 2014. Termasuk juga di antaranya upaya membangun citra melalui penampilan mereka di ruang publik melalui media massa cetak maupun elektronik.
Ramainya wacana mengenai calon Presiden untuk 2014 di ruang publik saat ini, bukan suatu hal yang terburu-buru dan justru merupakan suatu yang positif bagi perkembangan demokrasi di Indonesia.Sudah keharusan masyarakat Indonesia mengetahui siapa saja calon Presidennya sejak dini, sehingga rekam jejak calon benar-benar diketahui secara detail oleh para pemilih.
Nama-nama capres dan cawapres yang muncul ke permukaan publik masih didominasi oleh nama yang 'itu-itu' saja. Nama-nama lama yang selalu mengisi bursa Pilpres dari tahun ke tahun. Pamor mereka yang sudah senior dan berkiprah lama di perpolitikan Indonesia, masih bisa dikatakan belum dapat ditandingi oleh yang calon-calon yang datang dari kalangan muda. Mereka, para politikus muda harus berusaha penuh untuk dapat muncul ke permukaan publik agar dapat meraih simpati rakyat. Sehingga keberadaannya saat ini seolah tenggelam dalam bursa pemilihan umum presiden tahun 2014 nanti.  
Indonesia saat ini haus akan pemimpin yang tegas, jujur dan cepat tanggap, serta membela rakyat sepenuhnya. Karena permasalahan yang sedang dihadapi Indonesia saat ini begitu komples, seperti masalah perekonomian, politik, sengketa territorial serta ancaman keamanan nasional. Konflik Papua, misalnya, yang belum sepenuhnya usai, ditambah lagi konflik perbatasan antara Indonesia-Malaysia di Kalimantan, Masalah perekonomian nasional dan keseimbangan harga kebutuhan popok, angka kemiskinan yang meningkat, masalah pengangguran yang menkhawatirkan, serta masalah-masalah nasional lainnya yang mendesak untuk dapat segera ditangani. Oleh karena itu, sosok pemimpin baru yang maju pada pilpres 2014 nanti, harus sudah mampu dibebani oleh masalah-masalah nasional yang kompleks.
Wacana mengenai Pilpres 2014 nanti semakin ramai terlebih dengan adanya hasil-hasil survey yang bermunculan yang mayoritas menunjukkan kemerosotan popularitas suatu partai dan tokoh yang sedang memerintah, serta menaiknya pamor partai dan calon lainnya di mata masyarakat umum.
Dalam tulisan ini, penulis akan mengelaborasi lebih dalam mengenai dinamika kontestasi pemilu 2014, dengan melihat banyak unsur didalamnya. Unsur-unsur yang penulis maksudkan antara lain adalah eksistensi partai dan tokoh lama, hadirnya partai baru, prospek calon-calon muda, hasil survey dan relevansinya, perubahan Undang-Undang mengenai Parpol, dsb. Namun keseluruhan unsur tersebut memiliki keterkaitannya satu sama lain yag akan dianalisa pada bab-bab selanjutnya.

  Pembahasan
Sejumlah figur baru mulai bermunculan untuk dijadikan calon dalam bursa pencalonan presiden tahun 2014. Pertarungan politik terhadap sejumlah nama yang akan diusung oleh parpol masing-masing pada pesta demokrasi 2014 nanti masih menyisakan sederet nama yang dominannya adalah orang-orang yang telah populer di mata masyarakat. Misalnya saja pengusungan Sri Mulyani sebagai sosok calon presiden pada Pemilu 2014 sebenarnya masih diliputi pencitraan. Meski tak berada di Indonesia sejak setahun lalu, nama Sri Mulyani Indrawati  terus disebut-sebut. Kali ini dia dijadikan sosok sebuah partai politik baru yang mengambil nama depannya, SRI (Serikat Rakyat Independen), sebagai akronim nama partai tersebut. Tak tanggung-tanggung, mantan Menteri Keuangan yang kini Direktur Pelaksana Bank Dunia itu ”dijual” sebagai calon presiden RI 2014-2019.
Selain itu, Partai Golkar juga sudah memutuskan Aburizal Bakrie sebagai capres 2014 melalui Rapat Pimpinan Nasional II kemarin. Meski belum resmi mendeklarasikan diri, bagi Golkar keputusan untuk mencapreskan Ketua Umum Partai Golkar itu tentu punya alasan tersendiri. Golkar tidak ingin mengulang sejarah pencapresan Jusuf Kalla (JK) yang hanya berselang dua bulan menjelang laga Pikpres 2009. Keterbatasan waktu itu telah membuat JK yang juga ketua umum Partai Golkar saat itu kemudian kalah start dari capres lain untuk menyosialisasikan visi dan misinya.
Sedangkan partai Demokrat diperkirakan akan mengusung beberapa kandidat dalam pilpres 2014 mendatang. Kandidat tersebut terdiri dari tokoh muda dan tokoh tua yaitu, Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum, Pramono  Edhie Wibowo (Kasad), Ibu negara Ani Yudhoyono dan Djoko Suyanto (Menko Polhukam).
Lain lagi halnya dengan Ketua umum PDIP, Megawati Soekarnoputri yang tidak secara tegas menolak arus dukungan dari para kadernya untuk maju ke Pilpres 2014. Namanya pun masuk dalam sejumlah survei kandidat presiden yang diinginkan masyarakat. Untuk Partai Demokrat, lain lagi ceritanya. Meski Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat, Marzuki Alie menyatakan bahwa capres dari partai tersebut baru akan diumumkan pada tahun depan, namun sejumlah nama sudah mulai muncul ke permukaan. Sebut saja misalnya Ani Yudhoyono, Djoko Suyanto dan Anas Urbaningrum yang masuk dalam deretan daftar capres yang diinginkan publik maupun internal partai.
Paling tidak, nama-nama tersebut mulai akan menjadi perhatian publik terlepas dari kapan mereka akan mendeklarasikan diri sebagai capres 2014. Bahkan kalaupun mereka tidak maju sebagai capres, masyarakat sudah memiliki perbandingan untuk menjatuhkan pilihan pada partai politik yang akan mengusung tokoh tersebut.

Perubahan undang-undang Pemilu Presiden
Rapat Paripurna DPR pada Senin 20 Oktober 2011 mengesahkan Rancangan Undang-Undang tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2007 tentang Penyelenggara Pemilihan Umum menjadi Undang-Undang. UU yang baru ini akan memperbaiki penyelenggaraan UU yang lama. Perubahan atau penyesuaian aturan main dalam penyelenggara pemilu yang menjadi bagian dari substansi RUU dimaksud menjadi ketentuan yang memudahkan penyelenggara pemilu menjalankan fungsi dan perannya. Setidaknya ada 80 perubahan dalam undang-undang tersebut, salah satunya soal kewajiban KPU berkonsultasi dengan DPR dalam pembuatan peraturan KPU.
Selain itu dalam undang-undang tersebut dibentuk Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu yang isinya perwakilan pemerintah, partai politik, KPU, Bawaslu, dan tokoh masyarakat.
UU ini akhirnya juga memberikan jalan tengah soal kontroversi anggota politik yang ingin terlibat dalam KPU dan Bawaslu. Jika sebelumnya calon anggota KPU dan Bawaslu harus mundur dari parpol minimal lima tahun sebelum mendaftar maka dalam UU yang baru syarat itu diperingan. UU baru mengatakan calon hanya diharuskan mundur ketika mereka mendaftarkan diri sebagai anggota KPU dan Bawaslu sehingga tidak ada jeda waktu tertentu..
Poin partisipasi anggota partai politik ke dalam keanggotaan KPU akan bisa berdampak terhadap proses saling mengawasi diantara anggota, sehingga kualitas pemilu akan terjaga. Hal ini didasarkan pada kedaanlan lampau bahwa penyelenggaraan Pemilu 2009 banyak terjadi kecurangan meskipun keanggotaan KPU tidak ada yang berasal dari unsur partai politik.
Namun menurut penulis, Revisi UU ini cenderung memaksakan penilaian yang mengatakan kinerja KPU dan Bawaslu pada tahun 2009 sangat lemah dan kemudian opsi untuk solusinya adalah memasukan anggota parpol ke dalam tubuh KPU atau Bawaslu.
Selain itu juga aturan ini akan menurunkan tingkat kepercayaan masyarakat kepada kinerja KPU dan Bawaslu nantinya. Pemilu seperti itu tidak akan dapat dukungan dari masyarakat dan legitimasinya akan rendah,Proses pemilu dan hasil pemilu bisa  diragukan publik nantinya.
 Survei Pilpres 2014
Tingkat kepercayaan publik terhadap kepemimpinan SBY yang pada kepemimpinannya di periode kedua ini menurun, menambah kencang akselerasi para kandidat untuk berebut simpati rakyat. Lembaga survey yang belakngan ini sering juga muncul di media dengan hasil suveynya juga memiliki pengaruh yang tidak kecil bagi kecenderungan simpati dan partisipasi politik rakyat terhadap suatu tokoh atau Parpol.
Hasil survei yang dilakukan oleh LSI antara 1 sampai 7 Juni 2011 dengan 1.200 responden itu menunjukkan popularitas SBY turun dari 56,7% pada bulan Januari 2011 ke posisi 47,2% pada bulan ini atau sama dengan 9,5%. Inilah untuk pertama kali popularitas SBY merosot ke bawah 50% sejak dia memenangkan pemilihan presiden 2009. Terdapat sejumlah faktor penting yang menyebabkan populasitas SBY turun antara lain kasus-kasus korupsi yang masih belum tuntas penyelesaiannya.
Responden mengambil contoh kasus Bank Century, kasus Ahmadiyah, tidak kekerasan termasuk juga kasus mantan bendahara umum PD, Muhammad Nazaruddin. Cara SBY menanggapi sorotan dari masyarakat terhadap dirinya, juga menjadi penyebab popularitasnya turun. SBY terlalu reaktif dalam menyikapi kasus yang melibatkan nama dirirnya. Selain itu juga,  SBY dinilai lambat dalam bereaksi. Responden mencontohkan reaksi cepat terhadap isu SMS yang terkait masalah Nazaruddin, sementara terhadap berita hukum pancung Ruyati reaksinya jauh lebih lambat.
Faktor lain yang disebut ikut merusak popularitas SBY adalah kasus Nazaruddin sendiri. Survei menunjukkan bahwa SBY tidak berdaya menghadapi masalah internal partainya. Contoh yang paling besar, menurut Sunarto, adalah penolakan Nazaruddin untuk memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus korupsi.
Selain itu, beberapa lembaga survey lainnya melansir hasil surveynya mengenai calon-calon lain yang menjadi pilihan responden. Salah satu suara terkuat adalah pihak-pihak yang mendukunga Prabowo Subianto untuk maju dalan Pilpres 1\2014 nanti, dan dianggap layak serta mampu mengatasi permasalahan-permasalah yang masih terbengkalai di Indonesia ini. Berikut perbandingan Hasil dari tiga lembaga survei terkait tokoh-tokoh yang dianggap layak menjadi presiden. 

Jaringan Suara Indonesia (JSI) 10-15 Oktober 2011
Megawati Soekarno Putri                     19.6%.
Prabowo Subianto                                 10.8%,
Aburizal Bakie                                      8.9%,
Wiranto                                                  7.3%
Sri Sultan Hamengkubuwono X          6.5%,
Sugeg Suryadi Sindicate (SSS) 3-8 Oktober 2011
Prabowo Subianto                             28%
Mahfud MD                                   10,6%
Sri mujlyani                                      7,4%
Aburizal Bakrie                               6,8%
Said Agil Sirajd                                 6%
Puan Maharani                                   3%
 *** Megawati tidak diikutkan.
Survei Reform Institute 12-24 September 2011
Aburizal Bakrie                       13,58%
Prabowo Subianto                   8,46%
Jusuf Kalla                              7,06%
Hidayat Nur Wahid                  5,17%
 Ani Yudhoyono                      4,13%

 Analisa
Eksistensi tokoh senior pada pilpres 2014
Pemilu presiden 2014 nanti masih akan didominasi oleh tokoh-tokoh Senior. Sampai saat ini, yang kelihatan dan tampak muncul di permukaan masih tokoh-tokoh yang selama ini sangat familiar di publik, seperti Aburizal Bakrie, Megawati Soekarnoputri, dan Prabowo Subijanto. Nama-nama lain yang juga muncul adalah Ani Yudhoyono, Sri Mulyani, Hatta Rajasa, dan Pramono Edhie. Tokoh senior yang penulis maksudkan disini adalah figur yang memang sudah muncul selama ini, baik yang sudah ikut dalam pencalonan 2009, seperti Megawati dan Prabowo, serta beberapa nama lama tapi belum ikut berkompetisi pada Pilpres 2009, seperti Aburizal Bakrie dan Hatta Rajasa.
Sejumlah figur yang muncul sebenarnya sedang diuji dari banyak kalangan, seperti partai politik dan militer. Untuk berhasil atau tidaknya figur, seperti Pramono Edhie dan Ani Yudhoyono, akan bergantung pada seberapa besar publik melihat kesuksesan dari kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Faktor yang juga dipertimbangkan adalah struktur politik, instrumen politik, dan kultur politik yang berkembang di partai. 
Faktor tersebut yang dilihat jika yang mau diajukan adik ipar atau istri SBY. Itu karena dianggap bahwa yang bersangkutan sebagai penerus keluarga Cikeas dan model kepemimpinan SBY. Apabila publik menganggap SBY cukup berhasil dan persepsi publik terhadap pemerintahan bagus, jalan mereka akan lebih mudah. 
Tokoh-tokoh lama yang masih mendominasi bursa calon presiden pada Pemilu 2014 mencerminkan kurang ada regenerasi dalam perpolitikan Indonesia. Perkembangan peta politik saat ini belum merepresentasikan alih generasi, meski dewasa ini banyak muncul tokoh-tokoh baru dan muda.


Partai Baru sebagai alternatif
Pada Pemilihan Umum Legislatif (Pileg) yang berlangsung 9 April 2009 lalu, perolehan suara Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) dan Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) yang terhitung partai baru bisa dikatakan cukup mengejutkan karena sebagai partai baru sudah telah mampu melawati hadangan parliamentary threshold. Berarti mereka berhak untuk ikut perhitungan kursi di Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), sekaligus dapat mengikuti Pemilu 2014.
Partai-partai baru diperkirakan akan mewarnai atmosfer Pilpres 2014 nanti. Partai-partai baru seperti Nasdem (Nasional Demokrat), Gerinda, Hanuran, dan Partai SRI (Serikat Rakyat Independen) akan menjadi kekuatan baru di perpolitikan Indonesia. Partai Gerindra dengan tokohnya Prabowo Subiyanto, Hanura dengan Wiranto, dan Nasdem dengan tokohnya Surya Paloh sudah memiliki basis kekuatan massa yang cukup besar karena para tokoh pengusungnya juga merupakan tokoh yang sudah lama berkecimpung di dunia perpolitikan Indonesia dan memiliki basis massanya masing-masing. Partai yang penulis anggap kurang begitu kompeten dan masih ‘hijau’ adalah Partai SRI.
Partai Serikat Rakyat Independen (SRI) mengusung Sri Mulyani menjadi calon presiden pada Pilpres 2014 mendatang. Jalan Partai SRI melenggang di Pilpres 2014 akan sulit lantaran partai tersebut terbilang baru alias masih 'hijau'. Mengacu pada Undang-undang Nomor 23 Tahun 2003 tentang Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden, hanya partai politik atau gabungan partai politik yang memenuhi persyaratan perolehan suara pada Pemilu anggota DPR sekurang-kurangnya tiga persen dari jumlah kursi DPR atau lima persen dari perolehan suara sah secara nasional hasil pemilu. Penulis pesimistis dengan Partai SRI untuk maju dalam pertarungan ini. Karea sebagai partai baru, Partai Sri dirasa sulit untuk dapat memperoleh 5-10 persen suara dari hasil pemilu 2014 nanti. Melihat pengalaman dari Gerindra dan Hanura yang merupakan partai bau di pilpres 2009 lalu kesulitan mendapatkan suara diatas 5 persen," kata Arya.Sehingga perlu adanya jalinan koalisi dengan parpol lain guna memenuhi syarat mengikuti persaingan dalam pilpres nanti untuk memenuhi akumulasi 20 persen untuk perolehan kursi di DPR.
Namun kehadiran partai-partai baru tersebut menambah ‘semarak’ ajang pilpres 2014 nanti, serta mampu menjadi alternatif pilihan bagi masyarakat yang menginginkan perubahan baru yang lebih baik bagi perpolitikan di Indonesia

                     



18/10/10

Teknologi

A. PENDAHULUAN

Kemajuan teknologi saat ini sangat berkembang pesat dan membantu manusia untuk berinteraksi satu sama lain tanpa dibatasi oleh jarak dan waktu. Kemudahan yang diberikan oleh teknologi tersebut mencakup banyak hal serta merambah berbagai aspek kehidupan, mulai dari bisnis hingga pendidikan. Pada prinsipnya teknologi ini berkembang untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan manusia agar dalam kehidupannya dapat lebih mudah berkomunikasi ataupun melakukan sesuatu. Namun dari segala efek positif yang diterima oleh manusia terdapat pula berbagai efek negatif, baik secara fisik dan mental.
Pada kesempatan kali ini pemakalah akan menjelaskan bagaimana memaknai perkembangan teknologi komunikasi secara baik.

PENGERTIAN TEKNOLOGI KOMUNIKASI
Teknologi komunikasi oleh Rogers (1986) diartikan sebagai ; “perangkat keras, struktur-struktur organisasional dan nilai-nilai sosial yang memungkinkan  individu atau khalayak mengumpulkan, memproses dan saling mempertukarkan informasi dengan individu atau khalayak lain”. Namun dengan bahasa yang lebih dipermudah teknologi komunikasi dapat diartikan sebagai “proses penciptaan alat yang digunakan sebagai sarana untuk meningkatkan penguasaan dan pengolahan informasi”. Yang mendasari sesuatu hal dapat digolongkan kedalam teknologi komunikasi adalah :

1.    Teknologi komunikasi dapat di implementasikan dalam suatu alat
2.    Teknologi komunikasi dilahirkan oleh sebuah struktur sosial,ekonomi dan politik
3.    Teknologi komunikasi membawa nilai yang berasal dari struktur ekonomi , sosial dan politik tertentu
4.    Teknologi komunikasi meningkatkan kemampuan indera manusia terutama kemampuan mendengar dan melihat.

Berangkat dari peningkatan penguasaan dan pengolahan tersebut maka  teknologi komunikasi memiliki karakter sebagai berikut :

1.Tersedia keluwesan dalam berbagai pilihan alat yang digunakan dalam berkomunikasi
2.Mengkombinasikan metode, alat dan sistem yang berbeda dan terpisah untuk berkomunikasi sehingga memunculkan berbagai bentuk baru proses komunikasi
3.Kecenderungan ke arah desentralisasi, individualisasi dalam konsep dan pola pemakain teknologi komunikasi. (Ploman; 1981)

JK. Galbraith mendefinisikan teknologi sebagai “the systematic application of scientific or other organized knowledge to practical task.” Definisi ini terdengar sempit, padahal banyak orang memasukkan aspek agrikultur, nutrisi, dan obat-obatan ke dalam konsep teknologi. Jadi definisi teknologi di atas perlu diperluas menjadi; “the application of scientific and other knowledge to practical tasks by ordered systems that involve people and organizations, living things and machines. Definisi pertama menunjukkan bahwa orang kerapkali mendefinisikan praktik teknologi hanya berdasarkan aspek teknis saja, sedangkan aspek organisasi dan kultural dilupakan.

Mamaknai teknologi komunikasi secara positif dan negatif.

Teknologi berasal dari kata tekhnē dan logia ( Yunani ). Tekhnē berarti seni atau keahlian, sementara  logia berarti “area studi” atau ilmu. Sehingga secara harafiah tekhnēlogia bearti ilmu tentang seni dan keahlian. Kata teknologi juga berasal dari kata latin yaitu texere yang berarti “membangun atau mendirikan”. Namun, pada perkembangannya teknologi dimaknai sebagai proses penciptaan alat dan mesin oleh manusia yang digunakan sebagai sarana untuk meningkatkan penguasaan dan pengolahan bahan-bahan yang ada di lingkungannya . Pengertian tersebut juga secara implisit merujuk pada ke-identik-kan teknologi dengan perkembangan peradaban manusia. Suatu peradaban dapat dikatakan maju apabila pengolahan dan penguasaan akan material yang ada dilingkungannya sudah lebih maju daripada yang lain. Namun bukan saja teknologi itu sendiri yang digunakan sebagai alat ukur untuk menentukan kemajuan suatu peradaban tetapi kecepatan/alkselerasi dari teknologi yang berkembang juga ikut menentukan.
Teknologi selalu memiliki dua aspek yaitu aspek hardware (perangkat keras / bentuk fisik ) dan aspek software ( perangkat lunak / dasar informasi dalam penggunaan hardware). Sebagai contoh sebuah komputer tidak akan bisa digunakan untuk mengolah data apabila tidak terdapat dasar informasi dalam penggunaannya yang berupa program pengolahn data. Contoh yang lain teknologi komunikasi telegram tidak bisa digunakan tanpa adanya gelombang elektromagnetik yang berfungsi menghantarkan pesan yang disampaikan.
Teknologi dapat dikatakan bersifat netral bila dilihat dari aspek mesin dan prinsip bekerja. Akan tetapi, jika kita melihat dari sudut pandang aktivitas manusia disekeliling mesin tersebut, termasuk praktik penggunaannya, teknologi tidaklah bersifat netral.

Permasalahan yang muncul saat ini adalah teknologi cenderung menjadi istilah yang ambigu dan membingungkan. Sebagai contoh, istilah-istilah medis yang memiliki makna berbeda-beda, namun, pada dasarnya, walaupun praktik medis berbeda, tetaplah hal itu terdiri dari ilmu dan teknik yang bermanfaat di setiap negara. Disini kita dapat menggarisbawahi bahwa pengetahuan, teknis, dan prinsip memiliki universal validitas yang dapat diterapkan di belahan dunia manapun.
Untuk merumuskan definisi teknologi, aspek sosial dan manusia penting diperhatikan. Hubungan social dan social control teknologi cenderung memfokuskan pada organisasi, khususnya menekankan pada rencana dan administrasi, manajemen penelitian, regulasi dan penyalahgunaannya, dan organisasi professional antara scientists dan technologists.
Bagaimana suatu kemajuan dapat terjadi tergantung pada keadaan, misalnya, akibat kekurangan lahan atau energy. Sebagai contoh, di Negara padat penduduk, seperti Inggris atau Belanda, lahan menjadi komoditas yang berharga dan memfokuskan  untuk terus menaikkan output dari setiap hektar lahan yang diolah.
Kemajuan teknologi tidak terlepas dari beberapa peristiwa, seperti Revolusi Industri di Inggris. Perkembangan mesin Cornish  selama tahun 1820 dan 1830, dan kemunculan teknologi pertanian di tahun 1840 berkaitan dengan revolusi industry. Revolusi ini diawali dengan beberapa penemuan di tahun 1976, seperti mesin pemintal oleh Richard Arkwright dan mesin uap oleh James Watt. Dalam memandang kemajuan teknologi, ada dua cara pandang, yaitu cara pandang linear dan cara pandang konteks inovasi. Revolusi industry tidak terlepas dari cara pandang linear yang hanya memperhatikan aspek teknis saja, tanpa mempertimbangkan aktivitas manusia. Pandangan ini terlalu sederhana untuk melihat kemajuan suatu teknologi. Selanjutnya muncul pandangan konteks inovasi yang memiliki sudut pandang berbeda, bahwa kemajuan tidak hanya dilihat dari aspek teknis saja atau hanya milik teknologi saja, tapi juga dari cara manusia mengelolanya. Cara pandang ini percaya bahwa teknologi tidak berarti apa-apa tanpa adanya manusia dan organisasi kerja yang mengaturnya. Melalui sudut pandang inilah kemampuan manusia mengoperasikan teknologi meningkat. Sebagai contoh, teknologi televisi tidak akan disukai jika tidak ada hiburan yang dibuat manusia dan program lainnya yang terorganisir.
Negatif Kemajuan Teknologi Komunikasi dan Cara Menyikapinya

Perkembangan dunia teknologi khususnya komunikasi tentunya telah banyak membantu berjuta-juta penduduk dunia untuk saling terhubung antara yang satu dengan yang lainnya. Bahkan semakin lama, kita dapat berkomunikasi dengan teman, keluarga maupun relasi bisnis kita dengan harga yang murah dan dengan kualitas yang cenderung meningkat.
Namun teknologi ini untuk sebagian orang justru memberikan dampak negatif terhadap kualitas dari hubungan yang mereka jalin. Bagaimana tidak, belakangan ini masyarakat lebih nyaman mengumpulkan teman-teman didunia maya daripada aktif pada kegiatan-kegiatan organisasi riil yang dapat memberikan kualitas hubungan pertemanan yang lebih kongkrit dan intents.
Ambil saja facebook sebagai cotoh kasusnya. Banyak orang yang memiliki ratusan atau bahkan ribuan teman difacebook tapi di dunia nyata, mereka hanya memiliki beberapa orang teman dekat yang menemani keseharian mereka. Inilah salah satu dampak negatif facebook yang sampai sekarang mungkin belum disadari oleh beberapa orang. Mereka telah kehilangan kemampuan untuk berbaur dengan masyarakat dan cenderung nyaman dengan kehidupan online. Padahal jika terjadi suatu hal yang krusial pada kehidupan kita, yang bisa membantu kita bukanlah orang-orang yang kita kenal didunia maya tapi orang-orang yang hidup disekitar kita.
Oleh karena itu, mari kita imbangi kehidupan aktif kita didunia maya dengan menjalin hubungan dan komunikasi yang intents dengan masyarakat yang ada disekitar kita. Dengan demikian kita tidak akan terkotak-kotakkan oleh hubungan yang sempit dan kita tidak akan kehilangan kemampuan berkomunikasi dengan yang lain.
Manfaatkan teknologi dengan baik sehingga kita mendapatkan sebuah kualitas hubungan yang baik dengan teman-teman kita menembus ruang dan waktu, menghemat waktu, mempermudah kehidupan manusia.

Tipsnya :

1.Gunakan teknologi yang anda kuasai untuk menjalin hubungan yang lebih intents dengan  teman atau orang-orang yang sebelumnya telah anda kenal didunia nyata. Jangan terobsesi untuk mencari teman-teman baru di Facebook, twitter , atau social media yang lain karena kecenderungan yang terjadi, mereka yang hanya anda kenal didunia maya tidak akan memberikan nilai persahabatan yang mutualisme atau saling mensupport antara satu dan yang lain didunia nyata.
2.Jika anda ingin mencari teman-teman yang baru didunia maya, carilah komunitas positif yang sering melakukan pertemuan didunia nyata atau biasa dikenal dengan istilah kopdar atau kopi darat. Komunitas seperti inilah yang benar-benar akan mengasah kemampuan komunikasi anda karena komunitas-komunitas ini seringkali memberikan kita inspirasi dan dukungan yang optimal pada kehidupan anda.

A. Kesimpulan .

Adanya teknologi semua kegiatan menjadi serba mudah cepat dan rasional, tentu selain segi positip yang dapat meningkatkan harkat hidup masyarakat banyak, teknologi pada hakekatnya juga mengubah pelbagai dimensi kehidupan, baik yang berakibat alami, hubungan kemasyarakatan, maupun nilai-nilai budaya. Apabila teknologi secara sederhana diartikan sebagai ilmu yang mengaji masalah teknik atau cara, maka format awal yang dapat dilacak atau ditelusur melalui berbagai peralatan yang telah dihasilkan nenek moyang kita pada masa-masa prasejarah. Penyempurnaan teknik asah dari monofasial ke arah bifasial, dari kapak genggam ke arah kapak sepatu, dari bahan batu ke arah bahan logam dan seterusnya adalah indikasi evolusi perkembangan teknologi.
Dapat disimpulkan bahwa pada zaman dahulu bekomunikasi sangat sulit, berbeda dengan zaman sekarang ini. Perkembangan teknologi komunikasi sangat pesat dan sangat mudah. Hampir semua orang sekarang dapat berkomunikasi dengan cepat dan mudah. Sesuai dengan perkembangan zaman teknologi komunikasi semakin berkembang dan terus berkembang.





B. Saran
Dalam kesempatan kali ini, kami hanya dapat menyerahkan bahwa pergunakanlah teknologi dengan sebaiknya, jangan pergunakan untuk berbuat jahat dan merusak moral anak bangsa


Daftar Pustaka

1. Pengetahuan sosial untuk anak sekolah dasar 4, Bandung, ACARYA MEDIA UTAMA
2. Pujiyanto, 2008, Teknik Grafis Komunikasi Jilid 1 untuk SMK, Jakarta : Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional, h. 7 – 10.
3. http://id.wikipedia.org/wiki/Teknologi_Informasi_Komunikasi
4. http://alie.student.umm.ac.id/2010/02/05/perkembangan-komunikasi
5. http://www.yayan.com/fenomena/los-angeles-orwell-dan-klangenan-kita-menengok-makna-perkembangan-teknologi-media
6. http://www.waena.org/index.php?option=com_content&task=view&id=2249&Itemid=50http://hasyimzain.blogspot.com/p/artikel.html